Pemimpin dibina, bukan dilahirkan
Sebelum bergabung dengan BWL, Ann menjalani kehidupan yang menyenangkan dan menganggap suaminya sebagai sandaran hidup. Ia juga selalu menjadi orang yang sangat optimis, ceria, dan tak kenal susah. Bergabung dengan berbagai perusahaan direct selling lainnya, ia tidak merasakan sesuatu yang menantang dalam perusahaan-perusahaan itu yang dapat membuatnya ingin tetap bertahan, hingga ia mengenal BWL.
Setelah mengenal perusahaan dan berbagai produk BWL, ia mulai serius mempertimbangkan karier bersama BWL. Akhirnya, ia menetapkan hati untuk mencapai posisi tertinggi di BWL. Dan di saat ia telah menetapkan hatinya pada sesuatu, ia akan berupayasemaksimal mungkin untuk dapat mencapainya. Tingkat energi yang tinggi dan kemampuannya untuk meraih setiap peluang untuk maju merupakan dua alasan utama yang membawanya menuju kesukesan.
Dua kekuatan terbesar Ann terletak pada senyuman dan kemampuan sosialisasinya. Prinsip 'kerjakan saja' dan sikap mentalnya yang sangat positif telah memungkinkannya mencapai posisi puncak di BWL. Dengan mengikuti training BWL, kemauan untuk terus belajar, dan sikap seriusnya dalam bisnis ini memperkaya pengalamannya sedikit demi sedikit.
"Di BWL, kepuasan terbesar tidak hanya dengan memperoleh banyak uang atau memiliki jaringan yang luas. Ini adalah sebuah pembelajaran makna kehidupan. Sekarang saya mampu berkomunikasi secara efektif dengan putra dan suami saya serta menikmati kehidupan pernikahan yang bahagia. Tidak hanya itu, saya juga telah mempelajari banyak hal di dunia ini dan ini adalah hadiah terbesar".
"Kemauan untuk belajar", semangat "dapat melakukan", dan "memberikan ilmu tanpa ragu" telah memungkinkan Ann mengubah dirinya dari seorang wanita sederhana menjadi seorang pemimpin terkemuka di BWL dan naik ke posisi puncak dalam waktu yang sangat singkat.
|